Mancing Hampala, monster air tawar.

Kamis, 11 Agustus 2011





Orang Sunda menyebut ikan hampala dengan sebutan ikan hampal. Sedangkan orang Jawa Tengah dan Jawa Timur menyebut ikan ini dengan nama ikan palung. Sedangkan orang-orang Malaysia menyebutnya dengan nama ikan sebarau. Sebenarnya ikan ini memiliki nama ilmiah Hampala macrolepidota, dengan nama Inggrisnya carp (sejenis ikan mas) dan termasuk keluarga atau family cyprinidae atau suku karper-karperan seperti halnya ikan mas, tawes dan tombro kali.

Ciri umum ikan hampala adalah bentuknya menyerupai ikan mas, namun mulut ikan ini sangat lebar sekali. Lantaran mulutnya yang lebar, hampala yang berukuran besar sanggup menelan anak itik.

Ikan hampala yang besar memiliki warna bagaikan intan uang hitam yang mengkilat-kilat yang menyambung dari ekor ke atas bagian tubuh tubuh perut bawah. Namun warna seperti intan yang mengkilat-kilat tidak ditemukan pada hampala kecil dibawah 1kg. Jika kita amati secara cermat mulai dari ekor ke badan terdapat semacam garis hitam. Warna ikan secara umumnya kuning keperak-perakan.

Ikan ini tidak memiliki gigi, tetapi memiliki mulut yang lebar dan kalau kita lihat dari samping saat hampala membuka mulutnya akan terlihat belahan sampai ke bawah mata. Panjang hampala rata-rata adalah 10-20cm dan bisa mencapai panjang sekitar 40cm dengan berat bisa di atas 5kg.

Ikan hampala merupakan predator air tawar yang menyukai makanan seperti udang dan serangga. Ikan hampala yang kecil akan berenang di permukaan air sungai atau waduk secara bergerombol. Ikan-ikan kecil ini akan berenang dari sungai ke hulu, danau atau waduk.

Ikan Hampala (Hampala Macrolepidota) terkenal memiliki tenaga luar biasa. Saat terpancing akan terus berlari bagaikan terpedo. 

Distribusi Hampala

Ikan hampala ini hampir bisa ditemukan di Jawa, Kalimantan, Sumatra, Semenanjung Malaysia, Thailand, Vietnam hingga China. Bagi pancinger yang tinggal di Jawa Anda bisa menemukan ikan ini di sungai-sungai besar seperti Progo, Bengawan Solo, Serayu, Bogowonto, Brantas, Porong, Cisadane dan sungai-sungai besar lainnya. Kalau Anda di Sumatra bisa di Sungai Asahan dan anak sungai di Danau Toba serta anak sungainya, sungai Musi dan Danau Singkarak dan anak sungainya serta sungai besar lain di Sumatra. Di Kalimantan bisa ditemukan semua sungai di sana seperti Kapuas, Barito dan Mahakam.
Hampala paling menyukai lokasi di lubuk sungai, waduk atau danau yang beraliran deras dan dangkal. Biasanya lokasi demikian banyak dihuni oleh ikan-ikan kecil yang siap disantap olehnya. Jika dalam waduk ikan ini lebih memilih dekat di daerah yang berpasir, bebatuan sebagai bendungan dan kerikil hal ini berkaitan juga karakter ikan dalam mencari makan.


1. Kenali Lubuknya


Ikan hampala suka tinggal di sungai yang beraliran deras dengan tepian dangkal dan berpasir. Di lokasi itu, biasanya banyak ikan-ikan kecil sebagai makanannya dan juga banyak makanan yang hanyut. Selain sungai ikan hampala juga berada di dam atau waduk. Ciri lokasi yang di gemari adalah daerah berpasir atau berbatu kerikil, adapun ikan hampala yang senang dengan sungai yang dalam, danau, dll.

2. Menyiapakan Alat Pancing


Joran, Pilih panjang joran antara 1,5 m – 2,5 m, ringan dan berujung lentur. Joran dan ril yang ringan dan lentur membuat kita mudah utuk casting, tapi hati-hati dengan piranti kecil ini, karena tarikan dari monster ini sungguh tak terduga.


Ril sebaiknya kelasnya sama dengan joran, dengan batalan roda 3 atau lebih. Pilihlah yang berjenis ringan supaya tidak terlalu memlemahkan.


Ada banyak merk kenur, pilihan yang kuat dengan ukuran sesuai dengan kelas joran atau ril. Bisanya yang d pakai adalah kelas 4 lbs, jangan memakai kenur telalau kecil karena resiko putusnya besar. Kenur terlalu besar juga kurang bagus karena jarak lempar mnjadi pendek, bisa juga menggunakan benang/PE. Dengan benang tersebut, umpan casting akan semakin menarik perhatian ikan. Untuk mata kail perlu perhatian exstra, karena kekuatan dari sang monster, kail jangkar atau treble hook bisa lurus bahkan patah karena tarikan sang monster.






Untuk umpan, pakailah plug yaitu umpan buatan yang menyerupai ikan kecil. Pilih ukuran plug dari sebesar jari manis orang dewasa hingga seukuran jempol. Selain plug juga bisa dipancing menggunakan popper kecil.






Perlengkapan tambahan seperti rompi bersaku banyak yang di gunakan untuk tempat berbagai piranti mancing seperti kili-kili, pisau, gunting, tang, cadangan kail, sampai dengan korek dan rokok.

3. Saat Yang Tepat


Setelah semua mengenal lokasi dan persiapan piranti sudah oke, maka baruklah kita berburu ikan hampala dengan musim dan yaktu yang tepat. Musim kemarau merupakan musim yang tepat untuk memburu hampala. Salain pinggir sungai tidak becek, air sungai / waduh jernih sehingnga kita bisa melihat langsung ikan itu ada atau tidak di pinggir sungai. Faktor lain yaitu pada musim kemarau adalah masa hampala memijah. Ikan induk hampala akan menepi untuk bertelur di daerah dangkal dan berpasir. Nah, mancing di saat itulah sangat menjanjikan. Memancing juga bisa datang ke lokasi pada pagi buta jam 5 subuh sampai lokasi atau jangan sampai matahari tinggi,juga bisa datang sore hari menjelang Maghrib.

4. Mainkan Plug Anda


Setelah mengenal saat yang tepat, sekarang giliran mengail hampala dengan menggunakan plug. Pertama amatilah lubuk hampala secara cermat. Jika anda sudah mengetahui cobalah mendekati dengan berjalan kaki tanpa menimbulkan suara.


Lemparkan plug anda diantara barisan hampala. Tarik plug anda. Berenangnya plug di air membuat hampala gusar dan ingin mengusirnya dengan menyambar plug tersebut. Setelah mulutnya tersangkut kail, usahakan agar ikan tidak lepas saat bertarung. Jika sampai lepas ikan hampala di daerah itu tidak mau lagi makan umpan plug anda.


Jika anda mancing tidak sendirian, ajak teman anda juga melemparkan plug di belakang umpan anda yang termakan tadi, karena hampala lain juga akan menyambar plug tersebut.




Rasakan sensasi strike hampala macrolepidota sang monster air tawar.

1 komentar:

Fatkhan mengatakan...

Umpan e di ganti Pelet iso rak??, Mancing e kudu di bomb seek ra??

Poskan Komentar

 
© Copyright 2010-2011 GTn Blog's All Rights Reserved.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.